Macam macam Dompet Digital, Perbedaan Marketplace dan E-commerce
Apa itu dompet digital?
E-Wallet atau dompet
digital adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan,
mengirim, dan menerima uang secara elektronik. E-wallet biasanya terhubung
dengan kartu kredit, debit, atau rekening bank pengguna. E-wallet juga dapat
digunakan untuk pembayaran offline pada toko-toko yang telah bekerja sama dengan
penyedia e-wallet tersebut.
Salah satu keuntungan
utama dari e-wallet adalah kemudahannya. Dibandingkan dengan pembayaran
menggunakan uang tunai atau kartu kredit, e-wallet memungkinkan pengguna untuk
membayar dengan lebih cepat dan mudah. Selain itu, e-wallet juga dapat diakses
kapan saja dan di mana saja, asalkan ada akses internet. Oleh karena itu,
e-wallet sangat cocok bagi mereka yang sering bepergian atau memiliki gaya
hidup yang sibuk.
Macam macam dompet digital
1.
OVO
OVO merupakan
dompet elektronik yang dirilis pertama kali pada bulan Maret tahun 2017.
Sejak saat itu,
OVO berusaha untuk menawarkan layanannya agar bisa digunakan oleh masyarakat
Indonesia melalui melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan. Adapun salah
satu perusahaan yang bekerja sama dengan OVO, yaitu Grab. Di Grab sendiri, OVO
digunakan untuk membayar jasa transportasi online dan melakukan berbagai
pembayaran non tunai lainnya.
2.
DANA
DANA dirilis
satu tahun setelah OVO diluncurkan. Tepatnya, DANA dirilis pada tahun 2018. Aplikasi
ini memiliki berbagai fitur untuk para penggunanya, seperti pembelian pulsa,
pembayaran tagihan, dan transaksi di merchant tertentu. Sejauh ini, DANA
merupakan salah satu aplikasi dompet digital yang banyak digunakan di
Indonesia.
3.
ShopeePay
ShopeePay
merupakan layanan uang elektronik yang dapat digunakan untuk melakukan
pembayaran online di e-commerce Shopee. Namun, perlu diketahui bahwa untuk top
up ShopeePay untuk sekarang biasanya dikenai biaya admin sekitar Rp 3.500
4.
iSaku
Aplikasi ini
bekerja sama dengan salah satu perusahaan ritel di Indonesia, yaitu Indomaret. Diketahui,
aplikasi iSaku menargetkan pengguna yang kerap berbelanja produk ritel,
terutama di Indomaret. Sehingga, fitur-fitur yang ditawarkan juga berkaitan
dengan transaksi di toko ritel, seperti pengumpulan poin, diskon, dan beberapa
pembayaran lainnya.
5.
GoPay
GoPay merupakan
bagian dari ekosistem GoJek, itulah mengapa semua pembayaran GoRide, GoCar, dan
layanan lainnya dilakukan menggunakan aplikasi dompet digital ini.
Kini, selain
untuk layanan GoJek, GoPay juga bisa digunakan untuk melakukan transaksi di
berbagai merchant lainnya.
Apasih bedanya Marketplace dengan e-commerce?
E-commerce dan marketplace
adalah dua model bisnis online yang berbeda.
E-commerce biasanya
merujuk pada situs web atau platform yang dimiliki dan dioperasikan oleh satu
penjual atau perusahaan. Penjual ini mengendalikan semua aspek operasi,
termasuk apa yang dijual, bagaimana barang tersebut dipasarkan, dan bagaimana
transaksi diproses. Contoh dari e-commerce adalah situs web perusahaan seperti
Zara atau Uniqlo, di mana semua produk yang dijual adalah milik merek tersebut.
Sementara itu,
marketplace adalah platform yang memungkinkan banyak penjual untuk menawarkan
produk mereka melalui toko yang sama. Ini seperti pusat perbelanjaan digital,
di mana berbagai penjual dapat membuka toko mereka sendiri dan menjual produk
kepada pelanggan. Marketplace tidak memiliki barang yang dijual, tetapi mereka
mengatur transaksi dan seringkali menangani pengiriman dan pengembalian. Contoh
dari marketplace adalah situs web seperti Tokopedia atau Shopee, di mana
berbagai penjual dapat menawarkan produk mereka.
Jadi, perbedaan
utamanya adalah bahwa e-commerce mendukung satu penjual saja, sedangkan
marketplace memungkinkan banyak penjual untuk menawarkan produk mereka.
Jadi, Lebih Bagus Mana E-Commerce vs Marketplace?
Jawaban pertanyaan ini akan sangat kompleks menilai banyaknya pertimbangan yang dapat kita ambil. Dari sisi penjual, menggunakan marketplace jelas lebih mudah dibanding harus membangun platform toko online pribadi. Tapi, bagaimana dengan faktor lainnya? Yuk, kita telaah lebih lanjut!
1.
Kemudahan
Pada awal memulai bisnis, bergabung dengan marketplace akan jauh lebih mudah. Kita tidak perlu repot-repot membangun platform toko online Kita sendiri. Pasalnya, membangun platform berjualan ini tidaklah mudah. Ada banyak hal yang perlu Anda persiapkan. Sementara itu, menggunakan marketplace Kita hanya butuh beberapa tahapan saja untuk dilakukan. Dimulai dengan mendaftarkan nama toko, mengonfigurasi tampilan, mengunggah produk, menentukan harga, menambahkan program-program promosi, hingga melakukan iklan.
2.
Biaya
Jika dilihat dalam jangka panjang, e-commerce bisa jadi lebih hemat dari segi biaya. Kita tidak perlu berbagi komisi dengan pemilik platform seperti yang terjadi pada marketplace. Namun, jangan pernah lupakan biaya maintenace, biaya optiasi situs, biaya pegawai, dan lain sebagainya.
3.
Jangkauan
E-commerce butuh kerja
sama yang baik dengan berbagai aspek bisnis lainnya. Kita perlu membangun merek
Kita agar dikenal banyak orang sebelum toko online Kita meraih jangkauan yang
luas. Keuntungannya, jika Kita sudah sampai di titik itu, bisnis Kita bisa
lebih sustain ke depannya dalam jangka panjang.
Referensi :
- Referensi :
-
https://www.ocbc.id/id/article/2023/06/26/aplikasi-dompet-digital
-
https://www.bayarind.id/news/apa-itu-e-wallet-semua-yang-perlu-diketahui-tentang-e-wallet
-
https://vtex.com/en/blog/strategy/ecommerce-vs-marketplace/
-
https://www.google.com/amp/s/mtarget.co/blog/marketplace-vs-ecommerce-mana-yang-lebih-baik/amp/



Komentar
Posting Komentar